Manusia dan Produktivitasnya
Kelangsungan Hidup bagi seorang Manusia tergantung pada dua faktor ; Internal dan Eksternal. Adapun faktor Internal-nya adalah dimana ia mampu untuk memenuhi kebutuhan pokoknya (Makan, Minum, dll). Selama ia mampu memenuhi kebutuhan itu, selama itu pula-lah ia mampu untuk bertahan hidup.
Manusia-pun melakukan berbagai macam produktivitas guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Dulu mereka memenuhi kebutuhan tersebut dengan bercocok tanam, beternak atau berburu dengan cara yang sederhana. Seiring berjalannya waktu, produktivitas tersebut berkembang menjadi aktivitas dalam bekerja maupun berdagang.
Manusia yang di anugerahi daya pikir oleh Tuhannya tidak dapat di lepaskan dari rasa ke-ingin tahuannya. Hal tersebut membawa Manusia kedalam Filsafat yang pada akhirnya Filsafat tersebut juga dikotomi dan membentuk bidang baru, yaitu Sains. Seiring perkembangan sains serta banyaknya uji-coba yang telah di lakukan oleh para Ilmuan, mereka pun pada akhirnya menemukan penemuan-penemuan baru yang berpengaruh besar terhadap kehidupan Manusia.
Inovasi
Berawal dari penemuan-penemuan tersebut maka terciptalah inovasi-inovasi baru dalam menunjang produktivitas yang dilakukan oleh Manusia guna memudahkan aktivitasnya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Inovasi terbesar manusia berawal dari penemuan Mesin Uap yang memicu terjadinya Revolusi Industri di Inggris antara tahun 1750 - 1850. Revolusi yang juga memantik banyak problem sosial-politik
Kemudian hasil dari Inovasi tersebut menuntut manusia untuk beradaptasi, dan oleh karena itu Revolusi tersebut mulai mengubah berbagai macam aspek kehidupan Manusia termasuk pandangannya. Kemajuan itu pun kian hari kian berkembang dengan pesat sampai hari ini ketika Manusia mampu menanamkan kecerdasan buatan pada mesin yang terotomatisasi. Orang-orang yang pada awalnya bekerja hanya di bidang agrikultura mulai beralih profesi menjadi pekerja Industri. Saat otomatisasi/mekanisasi mulai dikenal luas, orang-orang pun mulai beralih ke pekerjaan jasa. Kemudian hanya dalam waktu singkat, era informasi terjadi.
Generasi Baru Mesin
Inovasi terhadap Teknologi Industri yang telah dilakukan oleh Manusia kini semakin menakjubkan. Mesin-mesin yang dulu terlihat besar dan bodoh, hari ini menjelma menjadi sesuatu yang lebih kecil. Namun, dengan kecerdasan yang jauh berbeda dari generasi sebelumnya. Mulai dari sistem Auto-Pilot hingga mesin yang mampu melakukan proses pembedahan. Mulai dari smartphone yang mampu menggantikan fungsi seorang asisten hingga sistem otomatisasi yang di pakai dalam sebuah perusahaan untuk mengisi beberapa fungsi karyawan.
Meski Inovasi Teknologi Industri Modern yang telah di ciptakan oleh Manusia berdampak positif karena lebih efisien, menguntungkan serta mampu mempermudah pekerjaan dan biaya yang di keluarkan oleh seseorang maupun perusahaan. Namun hal tersebut tidak ter-lepas dari dampak yang akan terjadi, dampak yang lebih buruk ketika Mesin Uap di temukan untuk pertama kalinya, yaitu :
Akan ada lebih banyak lagi orang yang terancam kehilangan pekerjaannya.
Menurut penelitian pada tahun 2013 - Amerika Serikat dalam dua dekade kedepan berpotensi terotomatisasi secara keseluruhan dan beberapa tahun kebelakang - generasi dari pekerjaan baru di Amerika Serikat mengalami penurunan. Adapun hal tersebut dikarenakan pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh seseorang mulai banyak di ambil alih oleh Mesin/Robot dan kondisi tersebut lebih cepat dibandingkan masa-masa Inovasi teknologi Industri lama ketika diciptakannya mesin uap.
Lantas apa solusi untuk mengatasi dampak dari Inovasi Teknologi Industri Modern yang mampu menciptakan Makhluk patuh dan nyaris tanpa kesalahan (Mesin/Robot) ? Hanya orang berakal dan memiliki Kreativitas tinggi yang mampu Survive dalam menghadapi perkembangan zaman serta perubahan peradaban
Referensi : Kurzgesagt ; The Rise of The Machine - Why Automation is Different this Time
Comments
Post a Comment