Pada Februari 2017 lalu, data pengangguran tercatat 5,33 persen atau 7,01 juta orang. Bila dibandingkan Februari 2016 lalu mencapai 5,50 persen, maka data pengangguran terbuka Februari 2017 mengalami penurunan 0,17 persen atau 10.000 orang.
"Pengangguran di perkotaan lebih tinggi dari perdesaan," ujar Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta, Jumat (5/5/2017).
Jumlah angkatan kerja sendiri mencapai 131,55 juta orang, naik 3,88 juta orang dibandingkan Februari 2016. Sementara penduduk yang bekerja sebanyak 124,54 juta orang, naik 3,89 juta orang dibandingkan Februari 2016.
(Sumber ; http://ekonomi.kompas.com/read/2017/05/05/123658926/tingkat.pengangguran.turun.tipis.di.februari.2017)
Jika melihat data yang dimuat dalam pemberitaan kompas tentang angka pengangguran yang hanya menurun 0.17% (10.000) orang, maka kita masih harus bersaing dengan 7jt pelamar kerja, dan angkatan kerja berikutnya dalam melamar pekerjaan di beberapa perusahaan. Sedih-kah, miris, khawatir-kah kita ?
Susahnya mencari pekerjaan ditempat yang ideal itu begitu luar biasa tanpa adanya kemauan, kemampuan dan relasi. Termasuk ketika saya melamar banyak pekerjaan ke-berbagai perusahaan. Jangankan berharap untuk mendapatkan kerja, panggilan untuk interview saja tidak ada. Padahal saya seorang sarjana, saya-pun memiliki kemampuan di atas rata-rata untuk menempati posisi pekerjaan yang saya lamar tersebut. Lalu, apa yang salah dari diri saya ? Apakah karena latar belakang saya ? atau memang karena Tuhan belum menghendakinya ?
Dari pertanyaan-pertanyaan diatas, saya-pun menyimpulkan jika saya memang masih kurang optimal dalam berusaha untuk mendapatkan pekerjaan. Ya, kurang optimal. Padahal begitu banyak lowongan pekerjaan untuk seorang sarjana diberbagai iklan. Oleh karena hal itu, jika kita ingin mendapatkan pekerjaan maka optimalkan-lah usaha-usaha kita untuk mendapatkan pekerjaan tersebut dengan memperbaiki apa yang berada di dalam diri kita, diantaranya ;
1. Memperbaiki Kuwalitas Diri
Perbaikiliah kuwalitas diri kita dengan mengasah dan menambah kemampuan agar kita berada diatas rata-rata para pelamar kerja. Seperti ketika kita hendak melamar calon istri, seorang wanita harus memiliki motivasi kuat yang mendorong dirinya menerima lamaran si pria. Begitu-pun perusahaan, mereka harus memiliki alasan kuat kenapa kita harus diterima bekerja dalam perusahaan tersebut.
2. Memperbaiki Cara Pandang
Perbaikilah cara pandang. Tidak semua sarjana langsung diterima dalam bekerja, mereka memiliki proses. Ada orang yang membutuhkan proses panjang, ada juga orang yang hanya membutuhkan proses pendek sampai ia diterima untuk bekerja. Kenalilah diri sendiri dan pahami apa yang patut untuk dilakukan, bekerja bukan hanya berbicara tentang pada siapa atau perusahaan mana kita bekerja.
3. Memperbanyak Silaturahmi untuk Memperluas Relasi
Perbanyaklah bersilaturahmi. Memperbanyak silaturahmi tentunya akan memperluas jejaring relasi kita, dan jangan lupa atau malu untuk terus bertanya pada teman maupun kerabat mengenai lowongan pekerjaan. Kebanyakan mereka yang mudah mendapatkan pekerjaan adalah mereka yang memiliki relasi kuat
4. Berdo'a (bagi yang punya agama)
Berdo'alah dengan memperbanyak ibadah dan jauhilah maksiat agar do'a mudah untuk di ijabah (kabulkan). Mintalah pada Tuhan untuk dimudahkan dalam memenuhi kebutuhan hidup, mintalah padanya untuk di perlancar dalam berikhtiar (usaha), dan bersikaplah baik terhadap kedua orangtua kita agar mereka merestui apapun yang kita lakukan.
Semoga pendapat dan pengalaman yang tengah saya alami ini mampu di jadikan pelajaran oleh teman-tema
Comments
Post a Comment