Skip to main content

Khalifah Yang Tidak Berhaji

Khalifah yang tidak bisa pergi berhaji

Setiap khalifah memiliki gelarnya masing-masing, namun dari sekian banyaknya khalifah yang pernah di bai'at oleh kaum Muslimin, terdapat seorang khalifah dengan gelar menarik, yaitu 'Khalifah yang tidak bisa pergi berhaji' siapa dia ?

Abu bakar Al-Baghdadi, namanya mendadak populer setelah memproklamirkan ke-Khilafah-an di Iraq-Syam. Bermodalkan kelompok eksklusif dengan pola pergerakan politik kekerasan, ia mulai menunjukan taringnya dan menggigit setiap kelompok yang berbeda paham dan tidak membai'atnya. Namun dari setiap pergerakan yang di anggap Heroik oleh para simpatisannya, ia mengalami suatu hal yang miris, ia mendapatkan gelar sang khalifah yang tidak bisa berangkat haji untuk melaksanakan rukun Islam.

Tidak hanya sampai disitu, warganya-pun tidak bisa mendapatkan visa untuk melaksanakan rukun Islam dari pemerintahan Saudi. Kerajaan yang menguasai Hijjaz itu berpendapat bahwa mereka adalah Terroris, jika mereka berhaji maka di takutkan dapat mengganggu keamanan serta ketertiban. Abu Bakar Al-Baghdadi dan simpatisannya pun mulai frustrasi, ia mulai mengkafir-kafirkan orang lain dan mulai melakukan propaganda berdarah yang membuat masyarakat global malah menjadi tidak simpati terhadapnya. Makin tersudutkanlah mereka disebabkan pola-pola yang mereka pakai.

Beberapa tahun kemudian, sang khalifah di kabarkan telah meninggal. Ia mati di hantam oleh bom yang di jatuhkan pesawat pengebom rusia. Dan ke-Khilafah-an nya pun mulai hancur. Adakah pelajaran yang dapat di ambil dari kisahnya ? Andaikan Abu Bakar Al-Baghdadi itu pangeran Saudi, lalu ia memproklamirkan Khilafah ketika kaum Muslim melaksanakan Haji. Siapa yang tidak akan mendengarnya ? Siapa yang tidak akan mempercayai pewaris Masjidil Haram ? Maka kisah dari hidupnya pun akan jauh berbeda dari apa yang di alaminya hari ini

Comments

Popular posts from this blog

Susahnya Cari Kerja

Pada Februari 2017 lalu, data pengangguran tercatat 5,33 persen atau 7,01 juta orang. Bila dibandingkan Februari 2016 lalu mencapai 5,50 persen, maka data pengangguran terbuka Februari 2017 mengalami penurunan 0,17 persen atau 10.000 orang. "Pengangguran di perkotaan lebih tinggi dari perdesaan," ujar Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta, Jumat (5/5/2017). Jumlah angkatan kerja sendiri mencapai 131,55 juta orang, naik 3,88 juta orang dibandingkan Februari 2016. Sementara penduduk yang bekerja sebanyak 124,54 juta orang, naik 3,89 juta orang dibandingkan Februari 2016. (Sumber ; http://ekonomi.kompas.com/read/2017/05/05/123658926/tingkat.pengangguran.turun.tipis.di.februari.2017) Jika melihat data yang dimuat dalam pemberitaan kompas tentang angka pengangguran yang hanya menurun 0.17% (10.000) orang, maka kita masih harus bersaing dengan 7jt pelamar kerja, dan angkatan kerja berikutnya dalam melamar pekerjaan di beberapa perusahaan. Sedih-kah, miris, khawatir-kah kita ? Susa...